Farwah Bin Amr Al Judzamy Ra
Farwah Bin Amr Al Judzamy Ra
Farwah bin Amr al Judzamy RA adalah seorang Arab yang menjadi gubernur
di bawah kekuasaan Romawi di Mu'an, sebuah wilayah di Syam. Ia juga
menjadi komandan dari pasukan Arab yang tunduk di bawahkekaisaran
Romawi. Dalam perang Mu'tah, dimana tiga komandan dari 3.000 pasukan
muslimin gugur secara berturutan, Farwah menjadi salah satu komandan
dari 200.000 tentara Romawi, khususnya yang berkebangsaan Arab.
Walau
pasukannya boleh dibilang menang, tetapi timbul kekaguman pada diri
Farwah atas kehebatan dan sikap heroik pasukan muslim, yang notabene
pasukan Arab seperti dirinya. Mereka mampu lolos dari kehancuran total
walaupun hanya berjumlah tiga ribu pejuang. Padahal 200.000 personal
pasukan Romawi mengepung mereka dari segala arah. Saat itu yang
mengambil alih tampuk pimpinan pasukan muslimin adalah Khalid bin Walid.
Setelah
beberapa waktu berlalu, Farwah bin Amr menyatakan dirinya masuk Islam
dan ia mengirim utusan kepada Nabi SAW di Madinah untuk mengabarkan
keislamannya, sambil menghadiahkan seekor baghal berwarna putih kepada
beliau. Tetapi keputusannya ini harus dibayar mahal, penguasa Romawi
menangkap dan memenjarakannya. Ia diberi dua pilihan, keluar dari Islam
atau mati. Walau diberi waktu yang cukup untuk memikirkan pilihannya,
ternyata pilihan Islam adalah harga mati bagi Farwah, karena itu
penguasa Romawi menyalibnya di dekat mata air Afra' di Palestina,
setelah itu mereka memenggal lehernya.
Karena kecongkakan dan
sikap sewenang-wenang penguasa Romawi tersebut, Nabi SAW menghimpun
pasukan besar di bawah pimpinan Usamah bin Zaid untuk mengamankan
wilayah perbatasan dan menyerang pasukan Romawi jika mereka melanggar
batas dan kehormatan orang-orang muslim. Tetapi pasukan ini sempat
tertunda karena Nabi SAW wafat, dan diteruskan oleh khalifah Abu Bakar.

Komentar
Posting Komentar